Sabtu, 22 Oktober 2011

Homeschool FAQ's

Homeschool FAQ's
Pertanyaan dasar yang sering ditanyakan tentang homeschooling/sekolah rumah.

Apa itu homeschooling/sekolah rumah?
homeschooling/Sekolah Rumah di Indonesia adalah salah satu jalur pendidikan alternatif untuk mendidik anak dengan berbasiskan pada keluarga. Slogan belajar dimana saja, dengan siapa saja dan kapan saja sering diusung praktisi homeschooling. Pada prakteknya anak-anak homeschool dapat bergabung dengan lembaga kursus, klub, mengikuti kegiatan komunitas homeschool, mengikuti TPA dan lain sebagainya.

Bagaimana memulai homeschooling/sekolah Rumah? homeschooling/sekolah rumah bukan sesuatu yang terstandarisasi. Tidak ada patokan yang baku mengenai langkah-langkah memulai homeschool. Jika Anda telah yakin dengan jalur pendidikan alternatif ini, maka mulai saja untuk ber-homeschool bersama anak-anak Anda. Lakukan dari satu langkah yang menurut Anda paling mudah. Saran kami, yang perlu dilakukan adalah menjalin hubungan (get connected) yang baik dengan anak. Dengan hubungan baik dan saling pengertian maka akan tercipta lingkungan belajar yang sehat, InsyaAllah.

Apakah homeschooling/sekolah rumah itu legal?
Ya, Homeschooling/Sekolah Rumah itu legal. Dan dijamin oleh Undang-undang, UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 :
* Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
* Hasil Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Bagaimana dengan ijazah?
Perolehan ijazah bagi anak-anak homeschool sangat terbuka lebar. Anak-anak homeschool dapat mengambil ujian kesetaraan paket A (setara SD), paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA) melalui komunitas homeschool atau PKBM terdekat. Anak-anak homeschool juga bisa mengikuti ujian sebagaimana layaknya anak sekolah disekolah-sekolah payung yang menerima anak homeschool untuk ikut ujian.

Selain itu, anak-anak homeschool juga dapat memperoleh ijazah internasional seperti yang diterbitkan oleh Cambridge atau SAT. Tetapi, anak-anak homeschool juga bebas memilih untuk tidak mengambil ijazah jika menurutnya hal tersebut tidak perlu baginya.

Bagaimana dengan sosialisasi?
Sosialisasi menurut Giddens (1994): sosialisasi sebagai sebuah proses yang terjadi ketika seorang bayi yang lemah berkembang secara aktif melalui tahap demi tahap sampai akhirnya menjadi pribadi yang sadar akan dirinya sendiri, pribadi yang berpengetahuan dan terampil akan cara hidupnya dalam kebudayaan tempat ia tinggal.

Jadi sosialisasi berhubungan dengan skill/kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Maka menurut kami skill ini paling baik dikembangkan dengan berbagai rentang usia.

Apa itu komunitas homeschooling/sekolah rumah?
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. (Wikipedia ). Jadi komunitas homeschooling/sekolah rumah adalah sekelompok orang yang memiliki ketertarikan yang sama pada homeschool.

Bagaimana cara bergabung dengan komunitas homeschool setempat?
Sekali lagi, tidak ada patokan baku dari pemerintah mengenai homeschooling. Anda bisa mencari tahu mengenai komunitas setempat dengan bergabung dengan grup sekolah rumah atau sunihomeschool. Atau bisa mengikuti grupnya di facebook Indonesia homeschoolers.

Apakah saya harus bergabung dengan komunitas homeschool?
Tidak. Ada banyak keluarga homeschool tunggal, dan ada banyak juga keluarga homeschool majemuk.

Berikut daftar komunitas homeschool
1. Komunitas Berkemas, pasar minggu.
2. Komunitas Sekolah dolan.
3. Komunitas Sunni Homeschooling Al Mumtaz, bekasi.

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Itu tulisan saya umm. Sumbernya dr blog saya yg lain ^^

    BalasHapus
  3. jempol tuk tulisannya saya suka, semoga tulisan2nya dapat dijadikan bekal tuk menatap wajah-NYA kelak aamin

    BalasHapus